Tanaman asli Afrika ini masuk ke Indonesia pada tahun 1848, ditanam di Kebun Raya Bogor. Kemudian dicoba di wilayah Jawa dan Sumatera. Pada tahun 1911 kebun pertama dibuka di daerah Tanah Itam Ulu (Sumatera Utara) oleh maskapai Olie Palm Cultuur dan diikuti oleh maskapai lain di daerah Sumatea Utara.
Pada masa Jepang banyak perkebunan kelapa sawit diganti dengan tanaman pangan dan pabrik-pabrik dihentikan.
Reorganisasi PNP/PTP dilakukan pada tahun 1957-1960 yaitu pembentukan PPN baru disamping PPN lama yang sudah ada sebelumnya. Keduanya digabungkan pada tahun 1961-1962. Peran PTP sampai tahun 1990 masih cukup menonjol, terbukti dengan keberhasilan membuka areal baru baik untuk pengembangan sendiri maupun dalam bentuk PIR.
Jika sebelumnya tidak ada perkebunan rakyat maka sejak 1979 luas perkebunan rakyat ini terrus bertambah pesat. Sejalan dengan pengembangan produksi tersebut maka industri hilirnya juga mulai berkembang dengan berdirinya beberapa pabrik pengolah minyak untuk minyak goreng, mentega, sabun, oleo dan lain-lain.